oleh

NENENG DATANG, JONI GIRANG, SLAMET TAK SENANG

asaltahuaja.com – Jakarta.

Sreek.. sreek.. sreek..

banner 400x130

Di pagi hari yang sejuk, Mang Ojo memulai aktifitas rutin dengan menyapu halaman depan kos yang penuh dengan sampah dedaunan yang berguguran. Suara siulan dari mulut yang mulai keriput, menemani aktifitas pengganti alunan musik dangdut. Ya, begitulah setiap harinya Mang Ojo mengawali pagi.

Setelah sampah dedaunan selesai dieksekusi dengan apik. Mang Ojo mulai membuka kandang dan memberi makan hewan kesayangannya.

“On.. Oon.. makan yang banyak atuh, biar kokokan kamu gacor”!

Ucap Mang Ojo kepada ayam ketawa kesayangannya, seraya memasukkan beras merah sebagai pakan ayam tersebut.

Disela – sela kegiatannya, Mang Ojo mendapat panggilan telepon dari kampungnya melalui telepon genggam yang layarnya sedikit retak. Namun dirinya enggan menggantinya dengan yang baru, dengan alasan banyak kenangan indah yang didapati bersama mendiang istrinya.

“Assalamu alaikum Abah. Abah teh sehat – sehat saja kan disana”?

Suara dari telepon tersebut mengawali percakapan.

“Wa alaikum salam Neng. Alhamdulillah. Abah teh baik – baik saja disini, sehat. Kamu sendiri bagaimana atuh”?

Jawab Mang Ojo dengan penuh kegembiraan, karena mendapat telepon dari putrinya.

“Alhamdulillah Bah, Neneng disini juga baik – baik saja. Nanti siang teh Neneng mau berkunjung ke tempat Abah. Neneng sudah siapkan makanan kesukaan Abah, soto bongko. Yasudah Bah, Neneng mau siap – siap kemas pakaian. Wassalamu alaikum Abah”.

Lanjut Neneng mengakhiri pembicaraan.

Rupanya percakapan antara Mang Ojo dan Neneng diketahui oleh Joni, yang tak sengaja melintas dari warung kopi Kang Omen.

“Telepon dari Neneng ya Mang? Apa dia mau kemari? Kapan Mang”?

Tanya Joni kepada Mang Ojo, seperti seorang polisi yang sedang mencecar pertanyaan terhadap seorang maling ayam.

“Iya nak Joni, Neneng teh nanti siang mau kemari. Kenapa atuh”?

Jawab Mang Ojo.

“Ah, tidak apa – apa Mang. Nanti biar aku saja yang jemput diujung jalan”.

Jawab Joni dengan perasaan senang karena Neneng ingin datang. Sambil menawarkan diri untuk menjemput Neneng di ujung jalan.

banner 400x130

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

News Feed