oleh

GARA – GARA WANGSIT

asaltahuaja.com – Jakarta.

Disuatu malam, tepatnya pada malam jum’at kliwon di akhir tahun.

banner 400x130

Tak biasanya Slamet tidur dengan gelisah. Miring ke kanan, miring ke kiri, kemudian ia tengkurap lalu telentang. Keringat membasahi wajah dan seluruh tubuhnya. Sehingga membuat kasurnya pun menjadi basah.

Ternyata didalam tidurnya tersebut, Slamet bermimpi sedang berada didalam gua yang sangat gelap dan penuh dengan kelelawar.

Apakah Slamet akan menjadi ‘Batman’?

Oh, tentu saja tidak!

Didalam mimpinya tersebut, Slamet terus mencari jalan keluar. Dia terus berusaha dan terus berusaha tanpa lelah, melangkahkan kakinya mencari setitik cahaya.

Tiba – tiba, dia mendapati sesosok bayangan hitam diujung pandangannya. Setelah didekati, ternyata tampaklah sesosok kakek – kakek sedang bertapa diatas sebuah batu besar. Setelah didekati, sosok itu sedang memejamkan matanya. Slamet pun memperhatikan sosok kakek – kakek tersebut dengan seksama. Dia mengenakan blangkon, dan pakaian serba hitam sambil duduk bersila.

Slamet pun memanggil kakek tersebut, dengan niat untuk menanyakan jalan keluar kepadanya. Sesaat kemudian, kakek tersebut pun membuka matanya. Kemudian dia tertawa dengan suara yang menggema.

“Ha..ha..haha…Ada apa cucuku? Kenapa engkau berani membangunkan aku dari pertapaanku”?

Tanya kakek tersebut.

“ng…ng..nganu kek, saya Cuma ma..mau bertanya. Jalan ke..ke..keluar dari gua ini kearah ma..mana ya kek”?

Jawab Slamet sambil merinding ketakutan. Karena pandangan kakek tersebut sangat tajam dan bola matanya berwarna merah, seperti sedang marah karena terganggu akan kehadiran Slamet.

“Ha..ha..haha…Apakah engkau seorang pemuda yang bernama Slamet”?

Tanya kakek tersebut kembali.

“Be..be..benar kek. Bagaimana kakek bisa tahu kalau nama saya Slamet kek”?

Jawab Slamet sambil merasa heran.

Kemudian kakek tersebut berdiri, lalu dia melompat turun kebawah dari tempatnya bertapa.

“Tenang saja cucuku, kamu tidak perlu takut. Karena engkaulah orang yang sedang aku tunggu – tunggu, untuk aku wariskan ilmuku kepadamu”

Jawab kakek tersebut dengan tersenyum, sambil memegang pundak Slamet.

“Bukalah matamu sekarang juga! Maka engkau akan segera keluar dari tempat ini”

Perintah kakek tersebut didalam mimpi Slamet.

Kemudian, Slamet pun terbangun dengan nafas tersengal – sengal. Dan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya. Dia melihat kearah jam dinding, dan waktu masih menunjukkan pukul tiga dini hari.

“Astaghfirullaahal’adzim. Mimpi apa aku tadi ya”?

Gumam Slamet didalam hati, yang merasa bingung akan mimpinya tersebut.

Lalu ia bangun dari kasurnya, dan langsung menuju kekamar mandi untuk membasuh wajah dan menyeka keringat dari tubuhnya. Kemudian ia kembali beranjak ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya. Karena waktu masih sangat lama untuk ia pergi kuliah.

Tepat pukul enam pagi, Slamet bangun dari tidurnya. Karena suara alarm yang dipasang ditelepon genggamnya sudah berbunyi. Dan ia segera pergi kekamar mandi untuk mandi, dan bersiap – siap untuk berangkat kuliah bersama Mamat dan Joni.

Singkat cerita, mereka bertiga telah rapi dan bersiap untuk segera berangkat ke kampus bersama.

banner 400x130

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

News Feed