oleh

DEMAM BIDUAN DANGDUT GEROBAK

Satu lagu, dua lagu, hingga lagu ketiga akan berakhir, sang biduan masih dikerumuni oleh para pemuda hingga bapak – bapak yang telah lupa daratan. Mereka sangat menikmati alunan lagu yang dibawakan sang biduan. Sehingga rupiah demi rupiah telah berpindah tangan ke sang biduan. Tak mau kalah dengan bapak – bapak yang sudah berumur tersebut, Slamet pun asik berjoget persis dihadapan sang biduan. “Ayo Jon, Mat, mene joget karo aku”. Sapa Slamet yang berada ditengah kerumunan kepada kedua sahabatnya. Hingga memasuki lagu keempat, diputarlah lagu dangdut koplo yang membuat Slamet makin bersemangat jogetnya. Bagaikan kuda lumping yang terkena cambukan sang pawang. Dan tanpa disengaja, Slamet menyenggol bagian dada sang biduan. Sehingga membuat sang biduan hilang keseimbangan dan membuat wig sang biduan terlepas dari kepalanya, dan isi bra dari sang biduan terhempas ke bawah hingga terjatuh ke jalan dan pecah. Ternyata isi dari bra sang biduan adalah balon yang diisi dengan air.

banner 400x130

Suasana yang dari tadi penuh kegembiraan berubah total menjadi hening. Ternyata, berkat Slamet yang berjoget seperti orang kesetanan telah mengungkap fakta. Bahwa biduan yang cantik dan memiliki goyangan maut tersebut rupanya seorang waria. Sontak saja para warga yang telah berjoget dan telah banyak menghabiskan uangnya untuk saweran sang biduan, merasa marah dan kecewa. Ternyata mereka telah dibohongi oleh rombongan dangdut gerobak. Tanpa berpikir panjang, rombongan dangdut gerobak tersebut segera pergi dari kerumunan warga yang mulai mencaci maki mereka. Mamat hanya bisa tertawa terpingkal – pingkal terhadap Slamet dan warga yang merasa dibohongi oleh rombongan dangdut tersebut. “Emang enak.. mangkenye, dari pada duit abis buat saweran mending buat jajanin anak bini noh dirumah”. Ucap kekesalan Mamat kepada Bapak – Bapak yang lebih mementingkan saweran dari pada menafkahi keluarga mereka.

Seketika itu pula, satu per satu warga mulai pergi meninggalkan area tersebut dengan penuh rasa kekecewaan dan penyesalan. Seperti demo mahasiswa yang tak kunjung mendapatkan kejelasan dari para wakil rakyat.

~SELESAI~

#Cerita-1

 

Penulis : Muhammad Nuh

Editor   : Muhammad Nuh

banner 400x130

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. Hahaha lucu juga tuh biduan gak tau nye banci. Pelajaran tuh buat bapak mending duitnye di ksh buat anak yatim ama nyumbang mesjid drpd ngasih banci hahahaha.

News Feed